Sumber: ANTV. VIVA - Sinopsis Jodoh Wasiat Bapak Azab Mertua Jumat 2 Februari 2018, menceritakan Rahmat (31) pedagang bakso yang baik hati. Ia ingin bersedekah tapi tak punya uang cukup. Ustaz Syakieb memberitahu bahwa Rahmat bisa bersedekah dengan apa saja yang dimilikinya. Rahmat lalu menyedekahkan baksonya ke anak-anak
BerandaKlinikKeluargaHukumnya Jika Mertua...KeluargaHukumnya Jika Mertua...KeluargaKamis, 23 Februari 2023Saya di-PHK. Mertua marah dan sering menyuruh istri untuk bercerai karena selama 1 tahun saya menganggur dan tidak menafkahi istri. Mendengar saya dihina, ibu menyuruh menceraikan istri juga. Saya dan istri tidak ingin bercerai, ibu saya mengembalikan keputusan ke kami. Namun, mertua saya tetap bersikeras menyuruh cerai. Pertanyaannya 1 Apa hukum orang tua menyuruh anaknya bercerai? Sedangkan anaknya tidak mau bercerai. Apa yang harus saya lakukan? 2 Bisakah mertua menuntut saya dan meminta ganti rugi karena selama 1 tahun anaknya tidak diberi nafkah, karena saya di-PHK?Secara singkat, tidak ada hukum yang menyebutkan hak orang tua menyuruh cerai. Atau dengan kata lain, baik orang tua atau mertua tidak berhak menyuruh anaknya bercerai. Hal ini karena kendali rumah tangga berada pada suami istri, sehingga orang lain sekalipun orang tua atau mertua tidak bisa mencampuri urusan rumah tangga anaknya. Lantas, apa yang dapat dilakukan oleh Anda jika mertua atau orang tua menyuruh cerai? Penjelasan lebih lanjut dapat Anda baca ulasan di bawah ini. Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran kedua dari artikel dengan judul Apakah Orang Tua Berhak Menyuruh Anaknya Bercerai? yang dibuat oleh Zulhesni, dan pertama kali dipublikasikan pada Senin, 13 Mei 2013, yang pertama kali dimutakhirkan pada Selasa, 9 Agustus informasi hukum yang ada di Klinik disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra turut prihatin dengan kondisi yang Anda alami. Sehubungan dengan kasus orang tua yang menyuruh cerai, kami sampaikan bahwa dalam sebuah perjalanan rumah tangga tidak dapat dipungkiri pasti terjadi konflik antara suami-istri dan keluarga besar, yang mana memicu terjadinya pertengkaran atau perselisihan hingga akhirnya bisa berujung pada perceraian. Namun, perlu ditegaskan bahwa proses perceraian tentu bukanlah hal mudah dan singkat untuk Pasal 39 UU Perkawinan dan Pasal 114 hingga 116 KHI, dapat dikatakan bahwa perceraian bisa terjadi atas kehendak suami atau istri. Kehendak bercerai sebenarnya datang dari suami atau istri yang tidak bisa utuh lagi dalam membangun rumah tangga. Penyebabnya sangat banyak, mulai dari ketidakcocokan hingga bisa jadi ada hasutan pihak ketiga, termasuk mertua atau orang tua menyuruh lanjut, mengenai alasan-alasan perceraian terperinci dapat Anda temukan ulasannya dalam artikel berjudul Cara Mengurus Surat Cerai Tanpa Buku Orang Tua Menyuruh Anaknya BerceraiLantas, timbul pertanyaan, apa hukumnya orang tua menyuruh anaknya bercerai? Secara prinsip, tentu tidak ada hak orang tua untuk menyuruh cerai anaknya dengan suami atau istrinya, karena kendali rumah tangga sepenuhnya pada suami istri. Akan tetapi, dalam praktiknya, orang tua atau mertua bisa mempengaruhi kendali rumah tangga dan menyuruh cerai. Padahal, keinginan dan keputusan bercerai tetap berada di tangan suami atau memahami bagaimana hukum memaksa orang bercerai, menjawab pertanyaan kedua Anda, dalam hal suami tidak memberikan nafkah kepada istri dan anaknya karena di-PHK dan belum mendapat pekerjaan, mertua tidak dapat dapat menuntut ganti rugi kepada suami. Karena dalam rumah tangga, yang berhak menuntut suami adalah istri dan berdasarkan Pasal 9 ayat 1 jo. Pasal 49 ayat 1 UU PKDRT, suami tidak memberi nafkah hingga menelantarkan istri dan anaknya bisa diancam pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp15 demikian, hukum memaksa orang bercerai atau menyuruh cerai adalah tidak dapat dilakukan, sebab urusan rumah tangga milik kendali suami istri sepenuhnya, bukan urusan orang lain, termasuk orang tua atau sekiranya mertua tetap bersikeras menyuruh cerai dengan Anda, langkah yang dapat kami sarankan adalah melakukan pendekatan secara pribadi dan memberikan keyakinan kepada mertua bahwa Anda sebagai suami adalah orang yang bisa bertanggung jawab. Katakan Anda masih berusaha mencari pekerjaan yang layak agar bisa menafkahi istri dan anak. Sebab, suami wajib melindungi istrinya dan memberikan segala sesuatu keperluan hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuannya.[1]Demikian jawaban kami terkait kasus orang tua menyuruh cerai sebagaimana ditanyakan, terima HukumUndang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan;Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga;Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum TafsirQS. Al Baqarah (2) : 233. Oleh Muhammad Quraish Shihab: Ibu berkewajiban menyusui[1] anaknya selama dua tahun penuh demi menjaga kemaslahatan anak, kalau salah satu atau kedua orangtua ingin menyempurnakan penyusuan karena anaknya membutuhkan hal itu. Dan ayah berkewajiban-karena sang anak adalah keturunan ayah-untuk memberikan nafkah kepada sang ibu dengan memberikan makan dan Assalamu 'alaikum wr. wb. Redaktur NU Online, mohon bertanya, beberapa waktu lalu ayah saya meninggal dunia setelah beberapa tahun sakit stroke. Saya merasa sangat berdosa dan menyesal karena kurang peduli kepadanya. Selama sakitnya, saya kurang perhatian dan bersikap tidak baik ke almarhum. Dari segi kemampuan sebetulnya saya mampu, tapi saya merasa tidak berusaha maksimal untuk mengobatinya. Mohon bimbingannya, apa yang harus saya lakukan untuk menebus kesalahan kepada almarhum? Terima kasih. Nis R. Jawaban Wa’alaikumus salam Penanya dan pembaca budiman, semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Sebagai anak sudah semestinya kita berbakti kepada orang tua, apalagi dalam usia senja atau dalam kondisi mereka sedang sakit. Allah berfirman وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا، إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا Artinya “Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” Al-Isra ayat 23. Saking pentingnya birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua Allah memosisikannya sebagai amal saleh kedua setelah beribadah kepadanya sebagaimana ayat di atas. Nah lalu bagaimana dengan pertanyaan di atas, ketika anak merasa berdosa karena kurang maksimal dalam berbakti kepada ayahnya? Adakah cara tertentu untuk menebus kesalahan terhadap orang tua yang sudah wafat? Berbakti kepada orang tua tidak mengenal batas, apakah orang tua masih hidup atau sudah wafat. Demikian pula meminta ridha, kerelaan, membahagiakan orang tua tetap bisa dilakukan meskipun mereka telah wafat. Suatu kali ada pernah ditanyakan kepada Imam Abul Laits as-Samarqandi 333-373 H, pakar fiqih Hanafi, ahli hadits sekaligus sosok ulama sufi asal Samarkand, Uzbekistan sekarang, andaikan ada kedua orang tua yang wafat dalam kondisi murka terhadap anaknya, apakah anaknya tersebut dapat meminta ridhanya? Imam Abul Laits menjawab bahwa anak itu masih dapat membuat kedua orang tua meridhainya dengan tiga hal. Pertama, anak tersebut menjadi orang yang saleh. Kedua, menyambung silaturrahim terhadap kerabat dan teman-teman karib kedua orang tuanya. Ketiga, memohonkan ampunan, mendoakan, dan sedekah atas nama mereka. Imam Abul Laits menekankan, meskipun semuanya baik dan dapat membuat kedua orang tua yang telah wafat meridhai anaknya, namun yang paling penting adalah yang pertama, yaitu si anak berupaya secara sungguh-sungguh menjadi orang yang shaleh. Sebab tidak ada yang paling membahagiakan orang tua yang sudah wafat daripada kesalehan dari si anak sendiri. Jadi, semakin saleh anak, maka semakin bahagia dan semakin ridha orang tua terhadapnya, meskipun orang tua sudah meninggal dunia. Imam Abul Laits menegaskan لأَنَّهُ لا يَكُونُ شَيْءٌ أَحَبَّ إلَيْهِمَا مِنْ صَلاحِهِ Artinya “Karena tidak ada sesuatu pun yang lebih menyenangkan kedua orang tua yang sudah meninggal daripada kesalehan anaknya.” Abul Laits as-Samarqandi, Tanbihul Ghafilin, [Manshurah, Maktabah al-Iman 1994], halaman 94. Kembali pada pertanyaan, adakah cara tertentu untuk menebus kesalahan terhadap orang tua yang sudah wafat? Maka jawabannya adalah ada yaitu 1 berusaha menjadi pribadi yang saleh; 2 menyambung silaturrahim terhadap kerabat dan teman-teman karib kedua orang tua; dan 3 memohonkan ampunan, mendoakan, dan sedekah atas nama mereka. Namun dari ketiga cara ini yang paling utama adalah yang pertama, yaitu anak berusaha secara sungguh-sungguh untuk semakin menjadi pribadi yang saleh, semakin saleh, dan semakin saleh. Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat dan dapat dipahami secara baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca. Wassalamu ’alaikum wr. wb. Ahmad Muntaha AM, Redaktur Keislaman NU Online dan Founder Aswaja Muda. Laluapa saja yang dapat menjadi azab suami durhaka kepada istri, berikut contoh perbuatan perbuatan tersebut: 1. Menelantarkan istri dan tidak memberikannya nafkah Yang pertama azab suami durhaka kepada istri disebabkan karena suami menelantarkan istrinya. Contohnya adalah seorang suami tidak memberikan nafkah. Jakarta - Organisasi PBB yang fokus pada isu anak-anak, United Nations International Children's Emergency Fund atau UNICEF tak hanya memperhatikan kondisi anak di masa pandemi, namun juga para orang tua. Dalam tayangan di laman resmi, konselor UNICEF berbagi tips bagaimana orang tua dapat menerapkan self-care untuk mengelola penulis, sekaligus seorang ibu di Amerika Serikat, Lisa Damour mengatakan, kesehatan mental orang tua dan lingkungan rumah mempengaruhi kebahagiaan anak, terutama di masa pandemi ini. Sebab itu, dalam proses mengasuh anak, hal terpenting bagi orang tua adalah menjaga diri sendiri dulu."Ketika para orang tua mampu menjaga diri dengan baik, otomatis mereka mampu menjaga anak-anaknya dengan lebih baik," kata Lisa Damour. Selama pandemi, segala aktivitas terpaksa dilakukan di rumah. Mulai dari makan, bermain, hingga bersekolah. Karenanya, menurut Damour, suasana di rumah akan sangat mempengaruhi suasana atau atmosfir di rumah, menurut Damour, diciptakan oleh orang tua. "Jika orang tua merasa stres dan kewalahan dengan segala tugas mereka, maka akan sulit menciptakan lingkungan yang mendukung dan positif," ujar dalam tayangan tiga tips self care untuk orang tua dari Lisa DamourMendapat dukunganPastikan setiap orang tua mendapat mendapat dukungan sosial yang baik. Dukungan sosial ini bisa diperoleh dari orang terdekat, seperti pasangan, orang tua, teman dekat, tetangga, kelompok atau komunitas, dan lainnya. Di sana para orang tua merasa diterima, dapat berbagi cerita, dan merasa terhubung satu sama hiburanLisa Damour mengingatkan pentingnya orang tua memiliki hiburan yang membuat mereka bahagia. Dia memakai istilah "happy distraction". Intinya, bagaimana para orang tua bisa menikmati apa yang mereka sukai, misalkan bermain musik, melukis, atau merawat diri. Pengertian lain dalam hal ini adalah me time. "Para orang tua perlu "mengisi ulang" tenaga dan pikiran mereka sehingga memiliki energi positif saat mengasuh anak," Tubuh yang sehatKesehatan adalah yang utama. Ya, para orang tua harus sehat secara fisik. Mereka juga perlu tidur yang cukup, berolahraga, makan makanan bergizi, dan menikmati setiap makanan yang disantap. Jika orang tua pandai merawat diri dan selalu bugar, maka anak juga dapat mencontoh perilaku baik tersebut."Anak-anak belajar mengatasi tantangan dengan melihat bagaimana orang tua mereka menghadapi masa-masa sulit," kata Lisa Damour. "Bersikap baik kepada diri sendiri termasuk contoh positif kepada anak-anak tentang bagaimana mereka harus merawat diri di masa sekarang dan masa depan."BERNADETTE JEANE WIDJAJA UNICEFBaca juga6 Tanda Parenting Anak sudah Tepat atau BelumSelalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari di kanal Telegram “ Update”. Klik Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu. Mariaminsangat menderita akibat tingkah laku ayahnya. Ia selalu dihina oleh warga kampung, karena hidupnya sengsara, cinta kasih wanita yang berbudi luhur ini dengan Aminu'ddin pun mendapat halangandari kedua orang tua Aminu'ddin. Persahabatan Aminudin dan Mariamin terjalin semenjak masa kanak-kanak. BuatUnggah Video Video SayaAnalisis DataKelola InteraksiHalaman utamaAnimeTrendingKategoriLIVEMasuk untuk lihat konten yang Anda ikutiTentang kamiHubungi kamiDapatkan aplikasiSyarat LayananKebijakan PrivasiKeluhan pelanggaran© 2023 Bstation Feedback Melaporkan237 Ditonton09/05/2023Dilarang memposting ulang tanpa izin dari 0 Pengikut 412 VideosDirekomendasikan untukmuSemuaAnime100cara Ditonton024Aamiin 😥 Ditonton024masyaallah ustazah 😄 Ditonton026sad moment 🗿🗿wannabeanimeww79 Ditonton25058GLADIATOR 2000 SUB INDOcakndar8850 Ditonton012One piece hdEzhafad3994 Ditonton016belajar Agama dengan guru yang terpercaya / ilmu nya murniKakaknyaHanawaTaubat26 Ditonton1240Dubu xiaoyao Ep 310 sub Ditonton114Jangan tanya lagi jika paketmu blm sampaiTuan Ditonton049kartun zamaduluFarel Dwiherlambang64 Ditonton057HABIB HUSEIN JAFAR SETUJU Ditonton057APA ITU RENDAH HATI- 2023 islam ryshs dakwahRY SHS CHANNEL80 Ditonton014Anakmu tidak bisa memilih siapa ayahnya, tetapi kamu perempuan bisa memilih siapa Ayah dari anakmuKakaknyaHanawaTaubat260 Ditonton044ujian akan datang kepada siapapunKakaknyaHanawaTaubat16 Ditonton029cara pandang zaman sekarang anehpemuda_HALAL149 Ditonton051berbuat baik kepada orang tuaKakaknyaHanawaTaubat54 Ditonton029pengingat untuk kita semua 😓😢pemuda_HALAL83 Ditonton116buat kalian yang masih ingin pacaran😇pemuda_HALAL154 Ditonton130baik buruk anak, tergantung org tuaKakaknyaHanawaTaubat53 Ditonton057Rasulullah DitontonHalaman utama>orang tua yang mengizinkan anaknya pacaran>Komentar KirimTidak ada hasil yang ditemukan. Azabanak durhaka kepada orang tua - Anak adalah suatu amanah atau titipan dari Allah SWT yang harus dijaga oleh setiap orang tua. Tentunya mereka bertanggung jawab atas segala macam kebutuhan anak-anaknya, mulai dari pemberian sandang pangan, kasih sayang dan pendidikan agar kelak anak tumbuh menjadi generasi berkualitas dan berakhlakul karimah.
Pertengahan tahun 2021, saya pernah mengulas isi mauizhah hasanah KH Izzuddin Muslih dalam sebuah acara walimatul arus tentang Birrul Walidayn. Pagi ini, ada salah satu pembacanya bertanya "Bagaimana bila orang tua menyuruh menceraikan pasangan? Apakah bila tidak menuruti mereka berarti tidak birrul walidayn bakti kepada orang tua?" Nabi Muhammad bersabda أبغض الحلال إلى الله الطلاق Artinya, "Kehalalan yang paling dibenci oleh Allah adalah perceraian." Al-Imam As-Shan'any ketika mengulas hadits ini berkata "Hadits ini menjadi dalil bahwa dalam kehalalan ada beberapa hal yang tidak disukai oleh Allah. Dan yang paling tidak disukai di antara semuanya itu adalah perceraian. Ini berarti perceraian itu tidak mengandung nilai ibadah dan tidak berpahala pastinya. Maka, hadits ini sekaligus menjadi dasar untuk menjauhkan diri dari perceraian, selagi masih ada hal yang bisa menjadi alasan menghindari perceraian tersebut." Dalam hadist yang lain, Rasulullah bersabda ما زال جبريل يوصيني بالنساء حتى ظننت أنه سيحرم طلاقهن Artinya "Malaikat Jibril terus menerus berpesan tentang para wanita sampai sampai aku mengira menceraikan mereka akan diharamkan." Para ulama memahami hadits-hadits tersebut menjadi sangat "menutup pintu" untuk urusan perceraian. Bahkan mereka melarang perceraian itu terjadi walaupun atas dasar taat kepada orang tua. Padahal Allah memerintahkan kita untuk taat kepada mereka dalam Al-Qur'an Al-Karim. Syekh Atha' bin Abi Rabah, Mufti Al-Haram Al-Makki ketika ditanya oleh seseorang tentang pria yang mempunyai Ibu dan Istri dan sang Ibu tidak rela terhadapnya kecuali bila ia menceraikan istrinya. Beliau menjawab "Hendaknya dia bertakwa kepada Allah dalam urusan ibunya dan senantiasa menjalin hubungan baik dengannya." Sang penanya berkata "Apakah dia harus menceraikan istrinya?" Beliau menjawab "Tidak." Sang penanya kembali berkata "Bukankah dia tidak diridhai ibunya kecuali dia menceraikan istrinya?" Beliau menjawab "Maka Allah tidak ridha kepada ibunya. Istrinya ada di bawah tanggung jawabnya, bukan ibunya, dialah yang menentukan, mempertahankan, atau menceraikan." Ketika mendengar cerita tentang seorang lelaki yang menceraikan istri atas perintah ibunya, Al-Imam Hasan Al-Bashri berkata ليس الطلاق من برها في شيئ Artinya "Perceraian itu sama sekali bukan termasuk berbakti kepada ibunya." Suatu ketika, seorang lelaki curhat kepada Syekh Abdullah bin Al-Mubarik, dia berkata "Dulu ibuku selalu memintaku untuk menikah, sampai aku menikah. Setelah aku menikah, ia selalu memintaku menceraikan istriku." Syekh berkata "Kalau engkau sudah merasa melakukan semua bakti kepada ibumu kecuali ini, ya sudah ceraikan saja. Tapi, jika engkau menceraikan istrimu, lalu engkau membuat keributan yang luar biasa dan ibumu tetap marah kepadamu sebab kegaduhan yang kau buat itu, maka jangan kau ceraikan istrimu." Seorang pria bertanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal "Bagaimana jika ayahku memerintahku menceraikan istriku?" Beliau menjawab "Jangan kau ceraikan." Dia berkata "Bukankah Sayyidina Umar juga menyuruh putranya, Abdullah, untuk menceraikan istrinya?" Beliau menyahut "Sampai ayahmu bisa menjadi seperti Sayyidina Umar." Sebuah simpulan disampaikan oleh Al-Muhaddits, Abdul Aziz bin As-Shiddiq Al-Ghumary "Maka tidak ada hak bagi ayah suami atau ibunya dan ayah istri atau ibunya untuk merusak atau membubarkan pernikahan anaknya demi keinginan pribadinya dan menuruti perbuatan dan bisikan setan, hal ini yang banyak terjadi sehingga mengakibatkan perceraian dan perpisahan bagi anak dan pasangannya." Kokohnya rumah tangga adalah tanggung jawab suami dan istri selaku penumpang bahtera ini. Berumah tangga juga wahana mengolah semua kemampuan untuk menjadi bijaksana dalam mengambil keputusan. Semoga rumah tangga kita, dari hari ke hari, senantiasa bertambah kemesraan dan keharmonisannya. Aamiin... KH R Abdul Aziz, peneliti pada Aswaja NU Center PWNU Jatim, Direktur Aswaja NU Center PCNU Bangil.

Mendengarjawaban isterinya, sang suami pun bertanya, "apakah kamu menginginkan aku menceraikan kamu?" Dengan sing, si isteri pun menjawab, "tepat sekali." Suami yang sehariannya berkerja dengan sekop itu pun kemudian menceraikan isterinya yang cantik yang telah berubah, akibat termakan hasutan nenek tua utusan raja lalim.

Hiburan Inara Rusli sering kali menjadi topik pembicaraan para publik, usai dirinya mengungkapkan fakta yang terjadi pada rumah tangganya. Fauziah Fitriani Sabtu, 10 Juni 2023 1150 WIB Inara Rusli sedang curhat soal kehidupannya bersama The Sungkars YouTube/The Sungkars Inara Rusli sering kali menjadi topik pembicaraan para publik, usai dirinya mengungkapkan fakta yang terjadi pada rumah tangganya. – Inara Rusli sering menghadiri beberapa podcast untuk menceraikan kisah rumah tangganya, namun tak sedikit juga yang penasaran dengan kisah kehidupannya. Inara merupakan mantan Girlband Bexxa yang memutuskan untuk berhijab setelah menikah dengan Virgoun. Namun dirinya tidak langsung memakai hijab setelah pernikahannya digelar, namun dirinya memakai hijab setelah kontrak pekerjaan telah selesai. Dirinya mengaku bahwa memakai hijab juga karena motivasi dari kerabatannya namun juga menjadi motivasi bagi Inara untuk berbakti kepada orang tua dan suaminya. Baca JugaKebakaran Rumah di Sukajadi Pekanbaru, Tiga Orang Meninggal Dunia "Sebenernya udah dari awal nikah aku pengen niatin pake hijab, cuma memang waktu itu terkendala masih ada kontrak-kontrak kerja yang harus aku selesaikan karena ga mungkin sebelah pihak aku cabut begitu aja, ntar kena pinalti," kata Inara Rusli dilansir dari YouTube The Sungkars pada 9/6/2023. Sebelum Inara Rusli memakai hijab, ternyata teman-teman Inara Rusli sudah lebih dulu menggunakan hijab. Karena menurut kerabannya, memakai hijab ada hubungan dengan amalan orang tua yang sudah meninggal. "Satu langkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa hijab itu sama dengan satu langkah seorang ayah dekat dengan neraka. Itu langsung kaya kesamber gledek di siang bolong," ucap Inara Rusli. Lalu pada saat mendengar hal tersebut Inara Rusli tersadar, dan tidak lama setelah itu dirinya memutuskan untuk menggunakan hijab.* Baca JugaBukan Admin! Ini Cara Putri Ariani Balas Komentar Instagram Tanpa Melihat, Cuma Pakai Satu Tangan Hiburan Terkini Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bertemu dengan Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Minggu 11/6/2023. Berita 1423 WIB Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan PPP, Muhammad Mardiono menyebut, Sandiaga Uno akan resmi bergabung pada pekan ini. Berita 1358 WIB Beredar rumor Kaesang Pangarep akan maju di Pilkada 2024, yang santer dikaitkan dengan jabatan Walikota Depok. Berita 1345 WIB Menjelang Idul Adha 1444 H/2023 M, hewan ternak seperti sapi hingga kambing di Kota Pekanbaru saat ini belum ditemukan tertular penyakit PMK maupun LSD. Berita 1154 WIB Apalagi, jadwal Timnas Indonesia vs Palestina dalam ajang FIFA Matchday bakal digelar, Rabu 14/6/2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Olahraga 1135 WIB Kepala Bagian Kesra Setdako Pekanbaru, Tri Sepna Saputra mengatakan, hingga kini jumlah hewan kurban di lingkungan Pemko Pekanbaru baru ada 3 ekor sapi. Berita 1124 WIB Asisten Wakil Presiden Asosiasi Sepakbola Palestina PFA, Susan Shalabi memuji kinerja dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia PSSI. Olahraga 1110 WIB Berikut tips memilih hewan kurban yang masih sehat saat Hari Raya Idul Adha 2023. Ancaman terbesar hewan sapi atau kambing yang sering terjadi terkena wabah penyakit PMK, PPR, dan LSD. Tujuannya syarat dan tips ini untuk menghindari wabah penyakit tersebut. Supaya daging kurban layak dikonsumsi. Berita 0542 WIB Pemilik saham baru PSPS Riau masih jadi misteri. Pj Wali Kota Pekanbaru, Muflihun menandatangani 10 poin integritas dari perwakilan suporter PSPS Riau. Ketakutan suporter setelah pemilik sebelumnya, Norizam Tukiman jual saham, akan menghilangkan sejarah nama PSPS Riau di Liga 2 Indonesia. Olahraga 0440 WIB Pemko Pekanbaru, khususnya Wali Kota Pekanbaru, Muflihun menandatangani 10 poin integritas aliansi suporter PSPS Riau. Kecemasan pendukung Askar Bertuah akibat Norizam pemilik PSPS Riau sebelumnya resmi melakukan pemindahan saham klub. Pemilik saat ini masih jadi misteri publik. Berita 0340 WIB Truk kontainer tersebut di tabrak dari belakang oleh truk lainnya. Metropolitan 1600 WIB Pabrik dan perusahaan di Jakarta masih banyak yang melanggar aturan hingga menghasilkan limbah serta polusi. Metropolitan 1508 WIB Aldian telah ditahan di Polres Metro Jakarta Utara. Metropolitan 1501 WIB "Untuk hari ini ada lebih kurang hampir Rp1,2 triliun yang sudah kami tarik dan selanjutnya akan kami serahkan kepada Pemprov DKI." Metropolitan 1446 WIB Ratusan pelajar tersebut terjaring berkat laporan masyarakat adanya konvoi pelajar yang menggunakan sepeda motor. Metropolitan 1401 WIB Raffi Ahmad menerima kegagalan naik haji dengan lapang dada. Gosip 1608 WIB Rafael Tan bantah tudingan dirinya menjadi orang ketiuga dalam pernikahan Ari Wibowo dan Inge Anugrah. Gosip 1607 WIB Inge Anugrah justru tuai hujatan setelah menyadari bahwa seharusnya seorang wanita memiliki penghasilan sendiri meskipun sudah menikah. Gosip 1521 WIB Ria Ricis Kurban sapi seberat 1 Ton. Gosip 1507 WIB Nikita Mirzani sudah meminta maaf ke ibu Antonio Dedola, satu hari setelah insiden tersebut. Gosip 1459 WIB Tampilkan lebih banyak
Perbuatanyang dosanya sama dengan durhaka kepada orang tua azab dunia akhirat bahkan dosa besar juga dapat terhapus, tambah ustadz adi hidayat. Orang tua adalah seorang yang sangat berjasa di dalam hidup setiap anak di dunia ini, mereka rela lapar demi anaknya, rela tidak salat tahajud karena anaknya menangis, semuanya mereka korbankan. Anak adalah titipan Allah SWT harta yang paling berharga bagi kedua orang tua. Kepada kedua orang tua diwajibkan untuk merawat dan mendidik anaknya dengan ilmu yang baik. Lalu bagaimana hukumnya bagi orang tua yang tega menelantarkan anak kandungnya, padahal mereka sudah dari amanah dari Allah untuk menjaganya. Ustad Abdul Somad atau UAS mencoba untuk menjawab pertanyaan tentang hukum seorang ibu yang menelantarkan anaknya. "Menjaga anak itu hukumnya wajib. Lawan dari wajib adalah haram. kalau sunnah lawannya makruh." "Menelantarkan anak berarti hukumnya haram. Dia akan dituntut dihadapan Allah SWT, kenapa menyia nyiakan anak." "Dari mulai menyusukan anaknya, mendidik anaknya, sampai semuanya dia akan dituntut dihadapan Allah SWT," ujar Ustadz Abdul Somad. Sebelumnya, Abdul Somad dalam tausiah agamanya pernah menjelaskan mengenai semua pekerjaan yang halal itu bermanfaat. Pertama-tama Abdul Somad menceritakan tentang ketertarikan anak terhadap pekerjaan tertentu. Kata anak 'Aku mau jadi polisi,' silahkan dia jadi polisi tapi dia harus hafal Quran," ucap Abdul Somad. "'Aku mau jadi tentara mak,' kata dia. Silahkan, dari kecil sudah nampak bakat itu. 'Anak saya ini kemana-mana bawa martil pak ustadz,' berarti mau jadi hakim," ucap Abdul Somad. *** Terkini
Jadi secara tematik, novel Azab dan Sengsara, belumlah secara tajam mempermasalahkan perkawinan dalam hubungannya dengan adat. Ini ringkasannya Aminuddin adalah anak Baginda Diatas, seorang kepala kampong yang terkenal kedermawanan dan kekayaannya. Masyarakat disekitar Sipirok amat segan dan hormat kepada keluarga itu.
Astagfirullah !! Sungguh Mengerikan Inilah Azab Orangtua Yang Membiarkan Anaknya PACARAN Banyak orang tua kurang peka dengan kemaksiatan yang bernama ”PACARAN”. Padahal aktifitas asusila seperti cumbu rayu, meraba, berciuman, hingga berzina sudah dianggap hal yang biasa dalam pacaran. Orang tua tidak merasa berdosa membiarkan anaknya berpacaran dan masyarakat juga tidak menganggapnya sebagai permasalahan. Akhirnya para remaja tidak malu lagi mempertontonkan tindakan asusila dimuka umum. Keadaan ini semakin diperparah dengan bergentayangnya pornografi dan pornoaksi ke tengah masyarakat melalui berbagai jalur dengan dalih kebebasan berekspresi. Celakanya, konten-konten vulgar tersebut kapan mau bisa diakses dengan mudah dan nyaman melalui ponsel. Disisi lain, kondisi perekonomian dan gaya hidup konsumtif juga membelit remaja. Santer terdengar ada segolongan remaja yang melacurkan diri demi ambisi memiliki gadget baru, parfum mahal, baju keren, dan barang mahal lainnya. Na’udzubillah... Baca Juga Remaja yang Masih PACARAN Akan PUTUS Setelah Membaca Artikel Ini, Bantu Sebarkan! Sesungguhnya islam tidak hanya mengharamkan zina, akan tetapi juga mengharamkan pendahuluannya hal-hal yang dapat membawa kepada perzinahan, seperti mengharamkan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan, memerintahkan menundukkan pandangan, menjauhi khamar minuman keras/narkoba. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan” QS. Al Isra’ 32. Mendekatinya saja dikecam, apalagi sampai melakukannya. Zina adalah pangkal kegelapan di dalam hidup. Pacaran adalah salah satu jalan zina dan yang mengantarkan seorang manusia menuju zina besar. Bagaimanakah kengerian akibat zina di dunia dan akhirat? Apakah orang tua mendapat akibat siksa atas zina pacaran yang dilakukan oleh anak-anaknya? Berikut transkrip ceramah Ustadz Yusuf Mansyur tentang ngeri, mencekam, serta buruknya akibat zina. Semoga Allah Ta’ala melindungi diri, keluarga, dan kaum Muslimin dari segala jenis zina. Aamiin. Hati-hati ye, Mahasiswa-mahasiswi ye, jangan sampai pingin sekolah tinggi, nikahnya telat, tapi, udah main-main. Hancur hidup ente! Anak muda itu, kalau sudah berzina, hancur hidupnye! Bener! Kalau ente pingin tahu bagaimana rasanya dihancurin Allah, berzina aja. Iya! Biar tahu rasanya kayak apa. Makanya, jangan macem-macem. Kalau jadi mahasiswa atau mahasiwi, yang baik-baik. Kalau emang pacaran, pakai sarung tinju. Jadi gak sempat pegangan. Kalau emang naik motor berdua sama pacar, pakai triplek. Bener-bener, nih. Jaga betul, jaga betul. Sebab, nih ya, anak-anak sekarang ini kelakuannya masya Allah baca mengkhawatirkan. Abis, contohnya televisi. Contohnya televisi. Contohnya televisi. Jadi, pegangan tangan sudah tidak apa-apa. Cium pipi kanan-pipi kiri; gak apa-apa. Padahal, bahayanya itu na’udzubillah… Itu kalau laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim pegangan tangannya, ibunya itu-nanti di dalam kubur-dibawain batu neraka oleh malaikat Zabaniyah. Lah, malaikat Zabaniyah kan tempatnya di neraka, tapi bisa naik tuh ke kuburan seraya membawa kerikil. Kerikil tersebut sudah dipanasin di neraka berjuta-juta tahun. Kerikil tersebut diletakkan di telapak tangan ibunya, lalu si ibu disuruh menggenggam. Gara-gara menggenggam batu tersebut, ubun-ubun otak ibunya hancur. Itu merupkan siksa yang paling rendah bagi seorang ibu orang tua jika anaknya berzina. Makanya, Bu, penting ngasih tahu ke anak, “Sini, nak. Kamu sayang atau tidak sama Emak? Kalau sayang, jangan sampai kamu dipegang oleh orang lain, kecuali suami kamu nanti.” Bener itu! Nah, kalau si anak benar-benar berzina, siksanya lebih kejam lagi. Ibu-ibu yang sudah di alam kubur, malaikat Zabaniyah itu naik ke alam kubur dengan membawa tombak enam belas mata. Tombak tersebut dihujamkan ke tubuh si mayit yang anaknya berzina. Hal itu merupakan balasan kepada orang tua karena tidak mendidik anak hingga sampai berzina. Ibu yang di alam kubur bisa mengutuk si anak, “Gak ridha saya. Anak saya mempersembahkan perbuatan buruk!” Kutukan ibu di alam kubur itu yang membuat si anak hidup susah di dunia sehingga; mencari kerja gak ketemu, begitu kerja tidak cukup, ketika usaha berhutang. Itu, jawabannya cuma satu; tuubuu illallah, bertaubat kepada Allah. Serem. Serem. Makanya, jangan main-main! Jangan pacaran! Gak ada judulnya pacaran. Gak ada! Pacaran islami, gak ada! Gak ada pacaran islami! Bener! Gak ada! Subhanallah deh… Mendingan kita sehat dan selamat daripada urusannyaribet. Nah, orang-orang ini sekarang sudah tidak belajar urusan ribet. Yang dipelajari hanya urusan enak, tapi urusan ribet tidak dipelajari. Mudah-mudahan jadi ingetan. Jadi, pas mau dipegang sama pacarnya, si anak akan bilang, “Maaf, Bang. Gak, Bang. Ntar daripada Emak ane susah. Jadi, kalau Abang mau, lamar aja, Bang.” Masih mau berpacaran? Na’udzubillahi min dzalik. Mohon Bagikan info penting ini kepada semua orangtua dan para remaja Sumber [BersamaDakwah] Semoga bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua akan bahaya pacaran Semakintua usia orang tua berarti semakin lama orang tua bersama anak. Hal ini dapat menyebabkan 'Si Anak' merasa berat sehingga dikhawatirkan akan berkurang berbuat baiknya, karena segala sesuatunya diurusi oleh anak dan keluarlah perkataan 'ah' atau membentak atau dengan ucapan, "Orang tua ini menyusahkan", atau yang lain.
loading...Seorang anak boleh menasehati orang tuanya dengan cara yang sopan, dan bijaksana bila tak sesuai dengan ajaran agama. Foto ilustrasi/istimewa Dalam kehidupan banyak kita jumpai berbagai watak manusia. Termasuk dalam lingkup keluarga sendiri. Orang tua, kerabat dekat, teman, dan tetanggayang memiliki watak yang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Semisal, orang tua yang keras kepala dan berselisih paham dengan anaknya, atau berbeda kondisi ini, bolehkah seorang anak menasehati orang tuanya? Bagaimana cara dan adabnya, agar nasehat itu diterima oleh orang yang dituju?Allâh Azza wa Jalla memerintahkan kita amar ma’ruf dan nahi mungkar menyuruh orang untuk melakukan kebaikan dan mencegah dari kemungkar sesuai dengan kemampuan .Baca juga Pentingnya Menjaga Iffah di Zaman Penuh Fitnah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ"Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Jika dia tidak bisa merubah dengan tangannya, maka degan lisannya; Jika tidak bisa juga dengan lisan, maka dengan hati dan itu adalah selemah-lemahnya iman."Dalam riwayat lain ولَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الإِيْمَانِ حَبَّةَ خَرْدَلٍ "Tidak ada lagi setelah itu keimanan meskipun hanya sebesar biji sawi." HR MuslimDi dalam Al Qur’an sendiri banyak perumpamaan maupun kisah yang sangat inspiratif sebagai petunjuk atau hikmah bagi manusia. Salah satunya adalah kisah hubungan seorang anak dengan orang tuanya yang berbeda pendapat dan keyakinan. Seperti kisah Nabi Ibrahim alaihisalam dengan Ta'ala berfirman إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنكَ شَيْئًا 42 يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا 43 يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا 44 يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَن يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِّنَ الرَّحْمَٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّا 45 قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْرَاهِيمُ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَاهْجُرْنِي مَلِيًّا 46قَالَ سَلَامٌ عَلَيْكَ ۖ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي ۖ إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا 47"Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; “Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? 42 Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. 43Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. 44Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan”.45 Berkata bapaknya “Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama”.46 Berkata Ibrahim “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. 47" QS Maryam 42-47Ayattersebutmenjelaskan tentang dialog Nabi Ibrahim mengajak ayahnya yang bernama Azar, untuk mengikuti kebenaran ajarannya yang sesuai dengan logika manusia, dan dengan cara yang sopan, tanpa menggurui. Baca juga Inilah Beberapa Puasa Sunnah Muharram dan Dalil-dalilnya Dalam tafsir Thobari disebutkan, bahwa Nabi Ibrahim menasehati orang tuanya dengan dialektika penuh hormat yang ia tunjukkan kepadanya, dengan menanyakan alasan, kenapa tuhan yang tak mendengar keinginanmu, lagi tak mampu mendatangkan manfaat, atau membuat kerusakan, kenapa engkau sembah?Ibnu Kasir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Ayah Nabi Ibrahim tak mau menerima nasehat dari anaknya, malah akan mengancam secara fisik, dan mengusir Nabi Ibrahim, jika tak mau menyembah berhala itu, dan masih mencaci maki, mencela sesembahan. Mendengar perkataan orang tuanya, Nabi Ibrahim tak lantas marah, tapi selalu menunjukan perilaku santun kepada orang tuanya, dengan selalu berdoa agar orang tuanya mendapatkan keselamatan .Dari kisah di atas juga dapat diambil kesimpulan, bahwa seorang anak boleh menasehati orang tuanya dengan cara yang sopan, dan bijaksana bila tak sesuai dengan ajaran Agama, karena pada dasarnya, taat kepada orang tua wajib hukumnya, tapi kalau tidak bertentangan dengan Aturan Agama, atau untuk durhaka kepada Allah dan RasulNya, maka dalam hal ini, seseorang tak wajib mengikutinya. Baca juga Ketika Setan Menggoda Manusia dengan Kemiskinan Wallahu A'lam wid
.
  • u0zakzu3he.pages.dev/203
  • u0zakzu3he.pages.dev/167
  • u0zakzu3he.pages.dev/326
  • u0zakzu3he.pages.dev/138
  • u0zakzu3he.pages.dev/430
  • u0zakzu3he.pages.dev/180
  • u0zakzu3he.pages.dev/458
  • u0zakzu3he.pages.dev/192
  • azab orang tua yang menceraikan anaknya